Ibu Suneki menjahit pakaian
Pakaian merupakan kebutuhan paling utama yang dipakai setiap orang. bahkan, terkadang ada individu-individu yang memang sengaja memakai dan memesan pakaian dengan harga yang cukup tinggi. Berkembangnya pengaruh modernisasi dan kepiawaian seseorang menciptakan model, membuat sebagian masyarakat yang lain membuka usaha jahit-menjahit.
Sebagai contoh, penjahit pakaian khusus wanita ini, Ibu Suneki yang telah menenkuni dunia jahit menjahi dari tahun 1991. Ilmu yang beliau peroleh, berasal dari kegiatan praktikum di sekolah dahulu masa SMP, jelasnya. Walaupun tingkat penddikannya hanya sampai jenjang SMP, kepiawaiannya dalam mengambil Ilmu ini terbilang apik terbukti dari banyaknya pelanggan yang merasa senang dan puas dengan jahitannya.
Berbagai model di buat secara otodidak dan coba-coba, pada awalnya. Namun setelah terbiasa, maka setiap ada pesanan model pakaian selalu diterimanya. Nenurutnya, membuat model itu gampang, asalkan kita sudah tahu gambarannya dan bentuk jadinya. Selain itu, walaupun belum duketahui bentuk jadinya, bisa juga dengan perkiraan dan pengukuran yang akurat.
lokasi usaha di Dk. Kranggan, Rt:9 Rw:IV, Desa Kayen
Kec. Kayen Kab. Pati-Jateng
Gak ribet dan tidak mau diribetkan adalah sifat beliau, yang suka bersikap supel ini. Kebanyakan baju yang dibuat gak begitu banyak pernik-pernik seperti bajunya Artis, karena memakan waktu lama dan tidak cocok diterapka di desa. Selama menggeluti dunia jahit menjahit, banyak kendala yang dihadapinya mulai dari ejekan, kritik saran yang menyulitkan, hingga akhirnya bisa bertahan sampai sekarang.
Beliau belum memiliki karyawan, dan menurutnya tidak perlu ada karyawan saja, karena dahulu pernak dikecewakan. Pasalnya, memang sulitntuk mencari seseorang yang memang piawai dalam bidang ini dan dapat dipercaya sepenuhnya. Lain dari itu semua, menjahit bagi beliau adalah kehidupan, karena dari situlah rizki Allah disampaikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, diluar penghasilan Suami.
