Senin, 24 Juni 2013

ARTI SEBUAH SAHABAT KARIB DAN GURU KEHIDUPAN



Motivasi Kuliah-bagai menebar hujan di musim kering

 bersama Pak Daud Samsudewa


Awalnya harapan untuk kuliah itu membabi buta dan kuat sekali. Keterbatasan keuangan dan ekonomi keluarga, membuatku  terpaksa mengurungkan niat kuliah pada tahun 2010. Dengan keadaan yang sedang ku hadapi, tak mungkin ada alasan untuk mengelak lagi, atau bahkan acuh-tak acuh. Ku coba untuk menunda satu tahun, dengan mengisi hari-hariku dengan kerja serabutan. Mungkin aku tak menganggapnya sebagai kerja betulan, namun lebih kepada pembelajaran untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Hampir satu tahun berlalu, namun tak ada yang nampak berubah sacara ekstrim. Gambaran hidup  tetap seperti sediakala, masih suram untuk kuliah, bagaikan fatamurgana.
Menjelang satu tahun waktu menunggu untuk kuliah, ternyata tidak ada hal lebih yang memberi gambaran jelas tentang harapan untuk kuliah. Menjelang SNMPTN 2011, ruh ambisi yang dulunya kuat dan menggebu untuk kuliah, teryata berangsur mulai padam. Seakan cahaya yang terang benderang mulai menuju senja dan hampir gelap gulita. Hampir saja harapan itu putus, karena usaha untuk mengumpulkan dana tidak cukup. Tak ayal, hal ini kerana kebutuhan dalam keluarga juga perlu adanya topangan supaya tidak terjadi masalah ekonomi.



Habis gelap, terbitlah terang. Bagai menebar hujan di musim kering, detik-detik menjelang SNMPTN 2011, rekanku menawari dan memotivasi untuk mendaftar kuliah. Cahaya dan petunjuk Allah datang dari jalan yang tiada kita sangka. Motivasi mulai tumbuh kembali, dan harapan berangsur menguat, walaupun masih tertatih dan ragu-ragu. Ibu belia adalah guru SD saya yang juga kebetulan tetangga dekat. Beliau memotivasi lebih jauh dan mendalam. Jika rekan saya memotivasi dalam hal eksternalnya, bagaimana bentuk dan wujud lingkungan kuliah, kehidupan kuliah dan kaitannya, maka Bu Siti ini yang memotivasi ruhaninya. Penataan mental dan motivasi yang sering dan jauh, cukup dan sangat membantu dalam memupuk kepercayaan diri.
Ibu kandung yang baik hatinya, pun mengarahkan supaya harapan itu dijalankan dan langkah ke depan pasti ada jalan. Kolaborasi motivasi dan inspirasi dari dalam dan luar rumah yang saling menguatkan, berdasarkan pengalaman beliau akan kebesaran Allah, telah mengantarkan saya ke jenjang perkuliahan pada tahun 2012 melalui SNMPTN. Walaupun sempat tertunda, berkan motivasi, inspirasi dan do’a mereka, kini bangku perkuliahan telah ku duduki. Do’a mereka senantiasa mengalir dan perjuangan ke depan harus bisa ku lalui dengan baik.

Sepenggal motivasi, bisa berarti penting manakala disuguhkan dengan pemahaman hati. Beliau berdua, adalah orang tua dan guru yang menginspirasi akan indahnya kehidupan, dan Indahnya karunia dan pertolongan Allah, manakala kita mau menapaki jalan berliku yang telah disediakan untuk kita. Selalu ku ingat kata-kata manis beliau berdua, bahwa hidup ini harus diliputi keprihatinan dan syukur yang diimbangi dengan do’a. Semua masalah memiliki jalan keluar, dan Allah tidak tidur. Allah senantiasa mendegar do’a kita dikala kita berdo’a. Maka, berdo’alah dan selalu minta pada yang maha kuasa.
 

PENGIKAT PERSAUDARAAN



Surat sahabat HRD INSANI Undip
Kepada Bagus Velly Filian

Assalammu’alaikum wr wb
Salam senyum semangat, full love
Saudaraku, bagaimana kabarmu hari ini? Mmm,,,, bagaimana pula kabar Imanmu? Masihkah ia tinggi kokoh menjulang, masih bersinar layaknya mentari yang menghantarkan? Semoga Allah terus menjagamu, wahai saudaraku,, Amin..
Saudaraku, jika dakwah ini ibarat sebuah puhon maka ia akan menggugurkan daun-daunnya. Daun-daun itu hanya akan menjadi sampah yang dilupakan sejarah. Tapi pohon itu akan senantiasa menumbuhkan daun-daun baru. Yang akan menggantikan daun-daun yang berguguran itu.
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa dakwah ini akan senantiasa menyeleksi jundi-jundinya. Sungguh merugi orang-orang yang berguguran di jalan dakwah. Maka teguhkanlah niatmu. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang berguguran seperti daun-daun yang kemudian kita akan terlupakan oleh panggung sejarah. Sejarah peradaban agung hanya bisa ditulis oleh orang-orang sekokoh karang dilautan, orang-orang yang tak pernah gentar menghadapi musuh-musuh dakwah, orang-orang yang tak butuh pujian, orang yang tidak takut terhadap celaan, dan orang yang siap menjual dirinya terhadap Allah. Sejarah peradaban kita telah ditulis dengan tinta sejarah para ulama dan tetesan darah para syuhada. Dakwah tidak  membutuhkan kita tapi kitalah yang membutuhkan dakwah ini untuk menuju menuju ridho-Nya. Janji Allah sudah pasti, saudaraku. Islam akan tegak dengan atau tanpa kontribusi kita.
Tetesan keringatmu tak akan sia-sia. Luka yang kau alami atau lelah yang kau rasa, atau bahkan darahmu yang tertumpah, maka semua itu Allah-lah yang akan membalasnya. Allah sebaik-baik yang paling menepati janji. Maka begitu indah pesan Sayyid Quthb, “Satu janji itu adalah surga. Inilah yang dijanjikan untuk mereka yang berjihad, yag didera luka dan kegetiran, yang berjuang mati-matian dijalan dakwah”
Saudaraku, ketika kita bersama-sama telah mengikrarkan diri kita ini mewakafkannya di jalan dakwah, maka yang tersisa adalah keyakinan dan pengorbanan. Dakwah itu adalah cinta saudaraku. Dakwah itu juga karena cinta. Dan cinta sudah tentu akan meminta segalanya darimu. Cinta itu memberi, cinta itu meminta pengorbanan. Jika engkau masih takut memberi, maka tanyakanlah hatimu, apakah engkau benar-benar mencintai??
Saudaraku, pekerjakan dakwah yang harus ditunaikanjauh lebih banyak dari waktu yang ada. Kadang aku ingin bergerak, berkanlah waktu kalian untukku agar daku bisa menyelesaika pekerjaan yang tersisa ini. Saudaraku, aku hanya punya satu otak untuk berfikir, sepasang mata untuk melihat, sepasang kaki untuk berjalan, dua tangan untuk bekerja. Karena itu hadirmu di sisiku layaknya Harun as di sisi Musa as.
Maka teguhkanlah daku saat goyah, bantulah daku berdiri saat jatuh, dan tetaplah jadi cahaya nan terang yang tak pernah padam di saat lampu-lampu yang lain tengah padam. Saudaraku, ingatlah daku dalam do’amu, dalam sujud-sujud panjang malammu.
Saudaraku, mari kita mengambil cinta dari langit, lalu bersama-sama menebarkannya di bumi. Sungguhdi surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangun dari sini, dalan dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita, sebening prasangka, sepekai nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dalam sekokoh janji.
Saudaraku, aku mencintaimu karena Allah. Aku merindumu di Jalan Allah. Ku tunggu hadirmu dan senyum semangatmu,
Ya Allah sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah bersatu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu. Bertemu dalam keta’atan, bersatu dalam perjuangan. Maka kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, dan tunjukilah jalan-jalannya. Terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi bimbinglah kami.... Selamat berjuang saudaraku, semoga Istiqomah...
Wassalammu’alaikum wr wb

Nb: salinan dari HRD INSANI 2013 Melangkah Satu Hati, Solidkan Generasi Rabbani