Selasa, 21 Januari 2014

Untuk Apa Membaca Buku??



Sering kita pahami, bahwa membaca merupakan kegiatan yang membosankan, kegiatan yang tidak produktif. Kita sering berasumsi, beranggapan bahwa dengan membaca maka waktu kita akan terbuang sia-sia. Waktu kita untuk bekerja kurang, waktu untuk bersosialisasi kurang, dan lain sebagainya. Ternyata hal itu, anggapan kita salah.
Membaca merupakan kegiatan yang produktif dan lebih bernilai guna tinggi dalam mengefektifkan waktu. Oke, katakan lah kita sebagai mahasiswa, dimana kegiatan praktikum merupakan makanan sehari-hari. Dengan membaca, maka akan terbuka cakrawala yang menutup pikiran kita, dengan banyaknya penelitian orang lain yang terpatrikan dalam sebuah atau bahkan hanya selembar kertas.
Tak perlu melakukan banyak percobaan, kita cukup membandingkan antara penelitian yang satu dengan yang lainnya, mengevaluasinya kemudian mempraktekan hasil evaluasi kita tersebut. Berapa banyak waktu dan tenaga bahkan uang yang dapat kita hemat? Itulah nikmatnya membaca.
Bagi seorang pekerja bangunan mungkin, terkadang lebih senang menghabiskan hari-harinya dengan labor (adukan semen) untuk mendapatkan uang, dari pada menyisihkan beberapa harinya untuk membaca. Kalau dia mau, mungkin dengan membaca akan memperoleh berbagai informasi terkait desain arsitektur rumah, model-model rumah, harga-harga rumah, dan lain-lain. Inilah indahnya kata “Baca” ketika dilaksanakan denga tujuan meningkatkan tujuan hidup yang lebih baik.
Bagi seorang penjahit rumahan dengan hasil pas-pasan mungkin akan lebih berantusias menjahit secara maraton daripada membaca buku. Padahal, jika mau membaca lebih banyak, makan ada banyak hal yang dapat diperoleh, diantaranya berbagai desain baju, model-model dan lain sebagainya. Bahkan bisa jadi ada informasi kerjasama yang mungkin mampu untuk meningkatkan perekonomiannya.
Dengan menbaca pula, kita tahu dunia tanpa harus kesana. Kita tahu apa yang ada di sana, tanpa ikut langsung agenda-agenda yang di sana. Dengan membaca pula, kita tidak tersesat ketika harus masuk ke dalam super market super besar yang ada di tengah kota. Dengan membaca, kita tahu siapa Tuhan kita dan siapa diri kita.
Sangat benar, ketika dikatakan bahwa membaca/buku adala jendela dunia. Karena dengannya kita tahu dunia luar, kita tahu apa yang tidak berada di hadapan kita secara langsung. Mari budayakan membaca, karena membaca bukanlah hobi, membaca bukanlah tanggung jawab, membaca bukanlah beban, namun membaca adalah jalan yang harus kita lalui jika ingin sukses di dunia dan di Akhirat.

Sabtu, 18 Januari 2014

Gara-gara jaga warnet, Sahabat dan Akhirnya Kuliah



Tanggal 21 mei merupakan hari yang menyenangkan, awal mula kenal dunia maya secara bebas. Aku, yang saat itu telah lulus SMA sekitar hampir 1 tahun, jenuh dengan pekerjaan stagnan ikut bapakku kerja bangunan. Untuk pendapatan, ya memang dapet tapi hidup ini tersa seperti pekerja robot, dimana yang kita lakukan selalu itu dan itu, ngaduk semen, buat adukan pasir, bikin pintu, bikin jendela, dari rumah satu ke rumah yang lainnya, sampai-sampai tak punya waktu untuk menikmati hidup. Hanya pegang uang ketika bekerja, namun ketika lagi sepi, lambat laun keuangan habis.
Keluar dari kotak merupakan pilihan yang terbaik untuk melihat dunia, supaya kita tak seperti katak dalam tempurung. Maka ketika ada kesempatan menjadi karyawan yang ditawarkan Muchtar Comp, selaku badan usaha yang bergerak dalam persewaan internet, pengetikan, bimbel dan pelatihan komputer itu, aku mengiyakan untuk masuk. Alhamdulillah aku masuk ketrima dan disitulah mimpiku tumbuh kembali, walau dengan keraguan, kebimbangan dan tidak keyakinan.