Sering kita
pahami, bahwa membaca merupakan kegiatan yang membosankan, kegiatan yang tidak
produktif. Kita sering berasumsi, beranggapan bahwa dengan membaca maka waktu
kita akan terbuang sia-sia. Waktu kita untuk bekerja kurang, waktu untuk
bersosialisasi kurang, dan lain sebagainya. Ternyata hal itu, anggapan kita
salah.
Membaca merupakan
kegiatan yang produktif dan lebih bernilai guna tinggi dalam mengefektifkan
waktu. Oke, katakan lah kita sebagai mahasiswa, dimana kegiatan praktikum
merupakan makanan sehari-hari. Dengan membaca, maka akan terbuka cakrawala yang
menutup pikiran kita, dengan banyaknya penelitian orang lain yang terpatrikan
dalam sebuah atau bahkan hanya selembar kertas.
Tak perlu
melakukan banyak percobaan, kita cukup membandingkan antara penelitian yang
satu dengan yang lainnya, mengevaluasinya kemudian mempraktekan hasil evaluasi
kita tersebut. Berapa banyak waktu dan tenaga bahkan uang yang dapat kita
hemat? Itulah nikmatnya membaca.
Bagi seorang
pekerja bangunan mungkin, terkadang lebih senang menghabiskan hari-harinya
dengan labor (adukan semen) untuk mendapatkan uang, dari pada menyisihkan
beberapa harinya untuk membaca. Kalau dia mau, mungkin dengan membaca akan
memperoleh berbagai informasi terkait desain arsitektur rumah, model-model
rumah, harga-harga rumah, dan lain-lain. Inilah indahnya kata “Baca” ketika
dilaksanakan denga tujuan meningkatkan tujuan hidup yang lebih baik.
Bagi seorang
penjahit rumahan dengan hasil pas-pasan mungkin akan lebih berantusias menjahit
secara maraton daripada membaca buku. Padahal, jika mau membaca lebih banyak,
makan ada banyak hal yang dapat diperoleh, diantaranya berbagai desain baju,
model-model dan lain sebagainya. Bahkan bisa jadi ada informasi kerjasama yang
mungkin mampu untuk meningkatkan perekonomiannya.
Dengan
menbaca pula, kita tahu dunia tanpa harus kesana. Kita tahu apa yang ada di
sana, tanpa ikut langsung agenda-agenda yang di sana. Dengan membaca pula, kita
tidak tersesat ketika harus masuk ke dalam super market super besar yang ada di
tengah kota. Dengan membaca, kita tahu siapa Tuhan kita dan siapa diri kita.
Sangat benar,
ketika dikatakan bahwa membaca/buku adala jendela dunia. Karena dengannya kita
tahu dunia luar, kita tahu apa yang tidak berada di hadapan kita secara
langsung. Mari budayakan membaca, karena membaca bukanlah hobi, membaca
bukanlah tanggung jawab, membaca bukanlah beban, namun membaca adalah jalan
yang harus kita lalui jika ingin sukses di dunia dan di Akhirat.