Motivasi Kuliah-bagai menebar hujan
di musim kering
bersama Pak Daud Samsudewa
Awalnya harapan untuk kuliah itu
membabi buta dan kuat sekali. Keterbatasan keuangan dan ekonomi keluarga,
membuatku terpaksa mengurungkan niat
kuliah pada tahun 2010. Dengan keadaan yang sedang ku hadapi, tak mungkin ada
alasan untuk mengelak lagi, atau bahkan acuh-tak acuh. Ku coba untuk menunda
satu tahun, dengan mengisi hari-hariku dengan kerja serabutan. Mungkin aku tak
menganggapnya sebagai kerja betulan, namun lebih kepada pembelajaran untuk menghadapi
kerasnya kehidupan. Hampir satu tahun berlalu, namun tak ada yang nampak
berubah sacara ekstrim. Gambaran hidup
tetap seperti sediakala, masih suram untuk kuliah, bagaikan fatamurgana.
Menjelang satu tahun waktu menunggu
untuk kuliah, ternyata tidak ada hal lebih yang memberi gambaran jelas tentang harapan
untuk kuliah. Menjelang SNMPTN 2011, ruh ambisi yang dulunya kuat dan menggebu
untuk kuliah, teryata berangsur mulai padam. Seakan cahaya yang terang
benderang mulai menuju senja dan hampir gelap gulita. Hampir saja harapan itu
putus, karena usaha untuk mengumpulkan dana tidak cukup. Tak ayal, hal ini
kerana kebutuhan dalam keluarga juga perlu adanya topangan supaya tidak terjadi
masalah ekonomi.
Habis gelap, terbitlah terang. Bagai
menebar hujan di musim kering, detik-detik menjelang SNMPTN 2011, rekanku
menawari dan memotivasi untuk mendaftar kuliah. Cahaya dan petunjuk Allah
datang dari jalan yang tiada kita sangka. Motivasi mulai tumbuh kembali, dan
harapan berangsur menguat, walaupun masih tertatih dan ragu-ragu. Ibu belia
adalah guru SD saya yang juga kebetulan tetangga dekat. Beliau memotivasi lebih
jauh dan mendalam. Jika rekan saya memotivasi dalam hal eksternalnya, bagaimana
bentuk dan wujud lingkungan kuliah, kehidupan kuliah dan kaitannya, maka Bu
Siti ini yang memotivasi ruhaninya. Penataan mental dan motivasi yang sering
dan jauh, cukup dan sangat membantu dalam memupuk kepercayaan diri.
Ibu kandung yang baik hatinya, pun
mengarahkan supaya harapan itu dijalankan dan langkah ke depan pasti ada jalan.
Kolaborasi motivasi dan inspirasi dari dalam dan luar rumah yang saling
menguatkan, berdasarkan pengalaman beliau akan kebesaran Allah, telah
mengantarkan saya ke jenjang perkuliahan pada tahun 2012 melalui SNMPTN.
Walaupun sempat tertunda, berkan motivasi, inspirasi dan do’a mereka, kini
bangku perkuliahan telah ku duduki. Do’a mereka senantiasa mengalir dan
perjuangan ke depan harus bisa ku lalui dengan baik.
Sepenggal motivasi, bisa berarti
penting manakala disuguhkan dengan pemahaman hati. Beliau berdua, adalah orang
tua dan guru yang menginspirasi akan indahnya kehidupan, dan Indahnya karunia
dan pertolongan Allah, manakala kita mau menapaki jalan berliku yang telah
disediakan untuk kita. Selalu ku ingat kata-kata manis beliau berdua, bahwa
hidup ini harus diliputi keprihatinan dan syukur yang diimbangi dengan do’a.
Semua masalah memiliki jalan keluar, dan Allah tidak tidur. Allah senantiasa
mendegar do’a kita dikala kita berdo’a. Maka, berdo’alah dan selalu minta pada
yang maha kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar