Kamis, 20 Juni 2013

FPP Undip 2013 Kewirausahaan Hari Susu Nasional

 I.            PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Kewirausahaan merupakan salah satu matakuliah yang diajarkan di bangku perkuliahan dan mengajarkan mahasiswa untuk kerja nyata. Sebagai bukti kebenarannya, maka mahasiswa memperoleh tugas menuangkan beberapa ide yang hendak ditindak lanjuti. Dalam satu kelas, dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20 orang mahasiswa. Ide yang telah dibahas dalam setiap kelompok, kemudian dituangkan dalam bentuk sebuah makalah. Dan makalah ini adalah bentuk aplikasi tugas penuangan ide kelompok 2 yang telah kami diskusikan selama kurang lebih 2 jam di Aula Fakultas Peternakan dan Pertanian.

B.            Rumusan masalah

a.       Mahasiswa banyak menggunakan waktunya untuk belajar di kampus, mulai pukul 07.00-16.00. Dalam hal itu, mereka juga membutuhkan makanan ataupun minuman yang berfungsi sebagai pengganjal perut.
b.      Mahasiswa dituntut untuk mampu berwirausaha dan menuangkan ide-ide kreatif melalui kegiatan berwirausaha.

C.           Tujuan

a.       Memenuhi tugas MK KWU yang ditugaskan kepada kelompok 2.
b.      Menciptakan minuman dingin berbahan baku susu untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk makan.
c.       Menciptakan produk makanan sehat dalam bentuk donat mini yang manis, unik dan menarik.
d.      Memperoleh keuntungan yang menjanjikan dari hasil kerja kelompok. 
e.    Berlatih mandiri dan berlatih  membuka pasar, karena tugas ini adalah yang pertama kali bagi kami. 

 II.            ISI DAN PEMBAHASAN

Pada kesempatan ini, kelompok 2 memiliki ide membuat es lilin susu isi buah dengan aneka rasa yang dinamakan “Es SUBUR”. Dalam bentuk makanan ringannya adalah donat mini bertabur gula bubuk yang kami namai “Sate Doremi ”. kedua bahan minuman dan makanan yang kami ajukan itu merupakan produk yang cocok jika dikembangkan di lingkungan kampus, karena harganya cukup terjangkau dan kandungan gizinya baik.
Untuk mewujudkan ide produk kami, maka dibuatlah panitia kecil :
Ketua pelaksana           :    Bagus Velly Filian
Bendahara Kelompok   :    Malikatun Nujum
Sekretaris Kelompok     :    Mawakia Anwar
Koordinator belanja      :    Fatwa Vike Komariah
Koordinator Subur        :    Kosi’in
Koordinator Doremi     :    Meriana Prasetyo
Pembantu Umum         :    semua anggota kelompok 2
Kami mentargetkan akan membuat es lilin dengan kuota 40 bungkus, yang akan kami jual dengan harga Rp. 2.500,-/bungkus, supaya diperoleh pendapatan total Rp. 100.000,-. Serta sate donat mini sebanyak 30 tusuk dengan harga jual Rp. 2.500,-/bungkus yang perkiraan hasilnya Rp. 75.000,-. Target pasar kami adalah mahasiwa FPP yang mebutuhkan makanan dan minuman penawar lapar dan dahaga. Kemudian, rincian dari ide kelompok 2 adalah sebagai berikut:

A.       Es SUBUR (Susu Buah Rasa)
Es subur merupakan jenis es yang terbuat dari bahan utama susu sapi segar, dengan penambahan aneka buah, sehingga tercipta es buah aneka rasa dalam bentuk lilin. Dengan kemasan yang menarik dan dibekukan, maka akan menciptakan rasa segar ketika dikonsumsi. Kemasannya kami  isi perkiraan 150 ml, supaya mampu menimbulkan efek ketagihan. Es subur tidak menggunakan bahan pengawet atau pun zat pewarna, untuk menjaga keaslian dan kesegaran susu. Bahan tambahan yang kami gunakan hanya gula pasir sebagai pemanis. Berikut kami rincikan berbagai bahan, alat dan tahapan proses pembuatannya :
Bahan :
1.      Melon,                        1 buah                      Rp. 10.000,-
2.      Nanas,                        1 buah                        Rp. 4.000,-
3.       Stobery                      ¼ kg                           Rp. 8.000,-
4.      Susu sapi segar           4 liter                       Rp. 14.000,-
5.      Gula pasir,                  1 kg                          Rp. 12.000,-
6.      Plastik                         2 bungkus                  Rp. 5.000,-
7.      Karet gelang               secukupnya                Rp. 1.000,- +
Biaya total                                                 Rp. 54.000,-
Alat :
  1. Termos Es
  2. Kulkas
  3. Panci
  4. Sendok sayur
  5. Kompor gas
  6. Tabung gas
  7. Sendok
  8. Serbet, kain isolator panas
Cara pembuatan :
  1. Sterilisasikan alat dan bahan yang akan digunakan untuk memasak susu.
  2. Setelah alat dan bahan dirasa steril, masukkan susu segar sebanyak 4 liter tadi ke dalam panci untuk dlakukan pasturisasi. Lama pemasakan sekitar +10 menit. Jangan terlalu lama, karena dapat merusak kandungan protein dalam susu.
  3. Tambahkan gula ke dalam susu secukupnya, dan aduk hingga merata.
  4. Matikan api dan dinginkan susu yang telah dipanaskan tersebut.
  5. Sambil menunggu dingin, cuci buah yang akan kita campurkan ke dalam susu.
  6. Potong buah kecil-kecil dan taruh di wadah berbeda untuk tiap buah.
  7. Siapkan plastik untuk mengemas susu, dan masukkan buah. Tiap kemasan berisi buah yang berbeda, supaya ada variasi rasa buah pada tiap kemasan. Kita siapkan 40 bungkus.
  8. Setelah semua siap, masukkan/tambahkan susu ke dalam bungkus plastik yang berisi buah tadi.
  9. Pengemasan dilakukan satu persatu dan diikat pake tali karet.
  10. Setelah semua siap, bekukan es lilin buah rasa tersebut supaya enak ketika dinikmati
  11. Es buah siap dijual dengan harga Rp.2.500,00
B.        Sate DOREMI (Donat Goreng Mini)
Sate “Doremi”  merupakan nama singkatan dari donat yang penyajiannya digoreng terlebih dahulu dan ukurannya mini, kemudian ditusuk pake lidi bambu. Donat pada setiap tusuknya berisi 3 biji, dengan varian warna cokochip yang dipakai sebagai hiasan. Rasa manis menjadi andalan bagi kelompok 2, karena anak muda khususnya mahasiswa menyukai makanan yang manis-manis. Pengemasannya juga kami lakukan di rumah produksi, sehingga efisien tempat dan waktu. Untuk mewujudkannya, berikut kami uraikan berbagai bahan, alat dan cara pembuatan sate “DOREMI” :
Bahan :
  1. Tepung terigu             1 kg                       Rp. 6.000,-
  2. Mentega                     ¼ kg                       Rp. 2.500,-
  3. Telur                           ¼ kg                       Rp. 4.500,-
  4. Gula halus                  ¼ kg                       Rp. 3.000,-
  5. Garam                        secukupnya           Rp. 1.000,-
  6. Minyak goreng           1 kg                     Rp. 10.500,-
  7. Coklat chip/warna      1 bungkus              Rp. 5.000,-
  8. Varnipan                     1 bungkus              Rp. 4.000,-
  9. Vanili                          3 bungkus              Rp. 1.000,-
  10. Air                               secukupnya                           -
  11. Tusuk sate                  secukupnya                           -
  12. Plastik                         2 bungkus              Rp. 5.000,-  +
Biaya total                                             Rp. 42.500,-
Alat :
  1. Wajan penggorengan.
  2. Baskom.
  3. Gas.
  4. Kompor.
  5. Mixcer.
  6. Susuk wajan.
  7. Panci.
  8. Kain untuk isolator panas.
  9. Pisau dapur.
  10. Serok untuk meniriskan donat.
Cara pembuatan :
  1. Kocok telur sampai mengembang
  2. Campur dengan tepung, bluben, gula halus, vanili, dan garam secukupnya.
  3. Bahan itu tadi diuleni, hingga adonan kalis/nyampur jadi satu.
  4. Cairkan vernipan dengan air hangat, kemudian masukkan ke adonan.
  5. Bahan itu tadi, diuleni lagi sampai terjadi katalis lagi.
  6. Adonan dibanting-banting pada meja/alas yang telah disiapkan sampai halus dan tercampur merata.
  7. Diamkan adonan sampai mengembang,
  8. Cetak adonan dengan bentuk bulatan donat/ bola-bola. Tengahnya diisi dengan coklat.
  9. Goreng sampai berwarna kuning keemasan, kemudian angkat dan tiriskan.
  10. Dinginkan donat, kemudian tusuk dengan tusuk sate.
  11. Masing-masing tusuk diisi dengan 3 biji donat.
  12. taburi donat dengan gula bubuk, dan donat siap disajikan.

 III.     PENUTUP

A.           Kesimpulan
Dengan adanya tugas, mampu melatih kelompok 2 untuk berfikir menuangkan ide/gagasan. Selain itu juga melatih mahasiswa untuk berfikir bagaimana caranya membuat suatu produk yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan adanya tugas ini juga, mahasiwa akan tahu, bagaimana keadaan dan tantangan pasar sehingga mampu mengantarkan mahasiswa menuju persaingan bisnis yang nyata di kemudian hari.
Dari tugas ini, kelompok 2 menuangkan ide untuk menciptakan produk susu aneka rasa “Es SUBUR”dan sate donat goreng mini “Sate DOREMI”, yang mana ini adalah titik awal untuk kami membuat gambaran berwirausaha dengan kerja nyata. Ide dan modal dari kita kelompok 2, produksi dan pemasaran dari kita oleh kita kelompok 2, serta hasilnya juga untuk kita kelompok 2.

B.            Saran

Setiap impian dan gagasan harus dituangkan dalam sebuah tulisan. Karena dengan menulis ide tersebut, berarti kita telah berhasil menciptakan gambaran nyata. Tugas selanjutnya adalah membuktikan dengan kerja nyata. Maka, buktikanlah bahwa ide yang kita miliki dapat kita jadikan kenyataan, ketika kita mampu menggambarkan, menuliskan serta mengerjakannya sesuai langkah-langkah yang telah direncanakan. Tentunya dengan ijin dan ridha Allah Swt, utamanya..












Tidak ada komentar:

Posting Komentar