Surat
sahabat HRD INSANI Undip
Kepada Bagus Velly Filian
Assalammu’alaikum wr wb
Salam senyum
semangat, full love
Saudaraku,
bagaimana kabarmu hari ini? Mmm,,,, bagaimana pula kabar Imanmu? Masihkah ia
tinggi kokoh menjulang, masih bersinar layaknya mentari yang menghantarkan?
Semoga Allah terus menjagamu, wahai saudaraku,, Amin..
Saudaraku,
jika dakwah ini ibarat sebuah puhon maka ia akan menggugurkan daun-daunnya.
Daun-daun itu hanya akan menjadi sampah yang dilupakan sejarah. Tapi pohon itu
akan senantiasa menumbuhkan daun-daun baru. Yang akan menggantikan daun-daun
yang berguguran itu.
Sudah
menjadi sunnatullah, bahwa dakwah ini akan senantiasa menyeleksi
jundi-jundinya. Sungguh merugi orang-orang yang berguguran di jalan dakwah.
Maka teguhkanlah niatmu. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang berguguran
seperti daun-daun yang kemudian kita akan terlupakan oleh panggung sejarah.
Sejarah peradaban agung hanya bisa ditulis oleh orang-orang sekokoh karang
dilautan, orang-orang yang tak pernah gentar menghadapi musuh-musuh dakwah,
orang-orang yang tak butuh pujian, orang yang tidak takut terhadap celaan, dan
orang yang siap menjual dirinya terhadap Allah. Sejarah peradaban kita telah
ditulis dengan tinta sejarah para ulama dan tetesan darah para syuhada. Dakwah
tidak membutuhkan kita tapi kitalah yang
membutuhkan dakwah ini untuk menuju menuju ridho-Nya. Janji Allah sudah pasti,
saudaraku. Islam akan tegak dengan atau tanpa kontribusi kita.
Tetesan
keringatmu tak akan sia-sia. Luka yang kau alami atau lelah yang kau rasa, atau
bahkan darahmu yang tertumpah, maka semua itu Allah-lah yang akan membalasnya.
Allah sebaik-baik yang paling menepati janji. Maka begitu indah pesan Sayyid
Quthb, “Satu janji itu adalah surga. Inilah yang dijanjikan untuk mereka yang
berjihad, yag didera luka dan kegetiran, yang berjuang mati-matian dijalan
dakwah”
Saudaraku,
ketika kita bersama-sama telah mengikrarkan diri kita ini mewakafkannya di
jalan dakwah, maka yang tersisa adalah keyakinan dan pengorbanan. Dakwah itu
adalah cinta saudaraku. Dakwah itu juga karena cinta. Dan cinta sudah tentu
akan meminta segalanya darimu. Cinta itu memberi, cinta itu meminta
pengorbanan. Jika engkau masih takut memberi, maka tanyakanlah hatimu, apakah
engkau benar-benar mencintai??
Saudaraku,
pekerjakan dakwah yang harus ditunaikanjauh lebih banyak dari waktu yang ada.
Kadang aku ingin bergerak, berkanlah waktu kalian untukku agar daku bisa
menyelesaika pekerjaan yang tersisa ini. Saudaraku, aku hanya punya satu otak
untuk berfikir, sepasang mata untuk melihat, sepasang kaki untuk berjalan, dua
tangan untuk bekerja. Karena itu hadirmu di sisiku layaknya Harun as di sisi
Musa as.
Maka
teguhkanlah daku saat goyah, bantulah daku berdiri saat jatuh, dan tetaplah
jadi cahaya nan terang yang tak pernah padam di saat lampu-lampu yang lain
tengah padam. Saudaraku, ingatlah daku dalam do’amu, dalam sujud-sujud panjang
malammu.
Saudaraku,
mari kita mengambil cinta dari langit, lalu bersama-sama menebarkannya di bumi.
Sungguhdi surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling
mencinta. Mari membangun dari sini, dalan dekapan ukhuwah. Jadilah ia
persaudaraan kita, sebening prasangka, sepekai nurani, sehangat semangat,
senikmat berbagi dalam sekokoh janji.
Saudaraku,
aku mencintaimu karena Allah. Aku merindumu di Jalan Allah. Ku tunggu hadirmu
dan senyum semangatmu,
Ya
Allah sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah bersatu, berhimpun dalam
naungan cinta-Mu. Bertemu dalam keta’atan, bersatu dalam perjuangan. Maka
kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, dan tunjukilah jalan-jalannya.
Terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi bimbinglah
kami.... Selamat berjuang saudaraku, semoga Istiqomah...
Wassalammu’alaikum wr
wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar